Geografi SMA Negeri 14 Jakarta

HAKIKAT GEOGRAFI

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 2:15 am

Konsep Geografi
Pengertian Geografi
Orang yang pertama kali memunculkan istilah geografi adalah seorang ilmuwan Yunani Kuno yang bernama Erastosthenes (276-196 SM), dengan menggunakan istilah geographika. ‘Geo’ (earth) berarti ‘bumi’, ‘Graphika’ (graphien) berarti tulisan atau lukisan. Jadi secara harfiah geografi adalah ilmu yang menggambarkan atau melukiskan tentang bumi. Bumi yang dimaksud adalah bumi dan penghuninya. Oleh karena itu studi geografi berarti mempelajari gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan. Gejala-gejala tersebut, meliputi aspek fisik (alam) dan aspek sosial (kemanusiaan), dengan memperhatikan interaksi, interelasi, dan integrasi keruangannya.
Di Indonesia para pakar geografi telah sepakat memberikan batasan pengertian geografi sebagai ilmu yang mempelajari fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan.

2. Konsep Geografi
Di dalam ilmu geografi ada 10 konsep dasar yang perlu diketahui yaitu sebagai berikut :
a. Konsep Lokasi
Ada dua pengertian lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi yang berkenaan dengan posisi menurut koordinat garis bujur dan garis lintang. Misalnya, letak astronomis Indonesia berada pada posisi 6◦ LU – 11◦ LS dan 95◦ BT – 141◦ BT. Lokasi relatif adalah lokasi berdasarkan lingkungan atau daerah di sekitarnya. Misalnya letak Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia.
b. Konsep Jarak
Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik yang dinyatakan dalam satuan panjang seperti kilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).

c. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah atau tidaknya suatu lokasi untuk dijangkau.

d. Konsep Pola
Pola adalah tatanan geometris yang beraturan. Pola dapat berbentuk garis linear acak, dan tersebar. Misalnya, pola permukiman penduduk sepanjang jalan raya atau sungai berbentuk linear.

e. Konsep Morfologi
Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk permukaan bumi. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses perkembangan dan bentuk permukaan bumi.

f. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah keenderungan mengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan permukiman daerah kumuh (slum), permukikman daerah elit, dan pengelompokan pusat perdagangan.

g. Konsep Perbedaan Wilayah (Diferensial Areal)
Satu wilayah dengan wilayah lainnya tentu ada perbedaan, baik fisik mauun sosial. Adanya perbedaan keruangan ini akan menyebabkan terjadinya hubunagn interaksi antarwilayah. Misalnya, perbedaan antara kondisi di pedesaan denmgan di perkotaan.

h. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan suatu sumber bersifat relatif. Misalnya, wilayah pantai landai yang bersih dan jernih airnya, berpasir putih, belum tentu berarti bagi penduduk setempat yang berorientasi pada pemanfaatan sumber di daratan yang sederhana. Sebaliknya, bagi orang kota yang setiap hari sibuk, hidup berkecukupan, tinggal di kota yang sehari-hari selalu ramai, pantai seperti itu mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi.

i. Konsep Interaksi
Interaksi adalah terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara satu gejala dengan gejala lainnya. Misalnya, perbedaan kondisi antara daerah perdesaan dan darah perkotan, seperti terjadinya arus urbanisasi, barang, dan informasi.

j. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan merupakan keterkaitan antara kemiringa lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapian tanah dan hubungan antara daerah berbatuan kapur dengan kesulta air.

B. Pendekatan Geografi
Ilmu geografi memiliki dua jenis objek kajian, yaitu objek material, dan objek formal.
1. Objek material atau isi kajian geografi adalah geosfer. Geosfer diartikan sebagai lapisan bumi yang terdiri atas atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer.
2. Objek formal geografi adalah cara pandang dan cara berpikir terhadap gejala yang ada di permukaan bumi, baik memandang keadaan fisiknya maupun sosialnya. Geografi menggunakan analisis keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), dan kewilayahan (region).
Dari cara pandang objek formal, geografi menjawab berbagai pertanyaan yang sering diontarkan dalam rangka menghadapi suatu gejala, masalah, peristiwa yang terjadi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi 5W1H. yaitu:
1. What (apa)
2. Where (dimana)
3. Why (mengapa)
4. When (kapan)
5. Who (siapa)
6. How (bagaimana)

C. Prinsip-Prinsip Geografi
Prinsip-prinsip geografi meliputi :
1. Prinsip Sebaran atau Distribusi
2. Prinsip Interelasi
3. Prinsip Deskripsi
4. Prinsip Korologi

D. Aspek Geografi
Bagian ini membahas tentang ruang lingkup geografi dan ilmu penunjang geografi.
1. Ruang lingkup geografi. terdiri dari aspek fisik (alam) dan aspek sosial (manusia)yang keduanya saling bekaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
2. Ilmu penunjang geografi
Cakupan ilmu geografi cukup luas sehingga memerlukan ilmu penunjang untuk memperljelas ruang lingkup geografi diantaranya sebagai berikut :
a. Geologi
b. Geomorfologi
c. Meteorologi
d. Klimatologi
e. Hidrologi
f. Pedologi
g. Oseanografi
h. Biogeografi
i. Ekologi
j. Geografi Ekonomi
k. Geografi Politik
l. Geografi Penduduk
m. Geografi Regional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: