Geografi SMA Negeri 14 Jakarta

Archive for 2010|Yearly archive page

Gunung Api Raksasa di Bawah Laut Sulawesi

In Geografi Umum on Juli 14, 2010 at 1:48 pm
Gunung Semeru (RIA Novosti / Mikhail Tsyganov)

VIVAnews - Ekspedisi bersama Indonesia-Amerika Serikat di lautan dalam di perairan Sangihe, Sulawesi Utara, berhasil memetakan sebuah gunung bawah laut. Penelitian dengan sonar multicahaya kapal penelitian Okeanos milik NOAA ini menemukan gunung ini memiliki ketinggian sampai 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter.

Kamera yang dikendalikan dari jarak jauh oleh kapal tersebut mengambil gambar dengan definisi tinggi (high definition) di kawasan Kawio Barat yang mengacu pada wilayah perairan barat Kepulauan Kawio, Kabupaten Sangihe.

Para ilmuwan memilih Kawio Barat sebagai target pertama untuk ekspedisi ini berdasarkan informasi dan data satelit yang dikumpulkan oleh sebuah tim gabungan Indonesia-Australia pada 2004.

Unsur-unsur bawah laut yang berlimpah menjadi target awal yang ideal untuk menyesuaikan perangkat dan teknologi di dalam kapal yang digunakan dalam pelayaran perdana ini. Para ilmuwan ekspedisi ini berharap peta dan video yang dihasilkan akan membuka jalan bagi para peneliti lain untuk menindaklanjuti temuan awal yang mereka peroleh.

“Ini adalah sebuah gunung berapi yang besar dan lebih tinggi daripada semua gunung di Indonesia kecuali tiga atau empat lainnya, dan menjulang lebih dari sepuluh ribu kaki dari dasar laut di dalam perairan dan terletak di kedalaman lebih dari 18 ribu kaki,” kata Jim Holden, Ketua Ilmuwan AS untuk misi awal ekspedisi bersama ini, dan seorang ahli mikrobiologi dari University of Massachusetts di Amherst, yang turut serta dalam ekspedisi dari Exploration Command Center di Jakarta, Indonesia.

Untuk dibandingkan, Gunung Semeru yang tertinggi di Pulau Jawa memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Namun ketinggian ini diukur berdasarkan level permukaan laut, bukan dari dasar lembah dari gunung. Sementara ketinggian gunung bawah laut yang ditemukan di Sangihe ini diukur dari lembahnya.

Koneksi Jakarta-Seattle

Banyak ilmuwan yang bekerja dari wilayah pesisir dengan menggunakan model eksplorasi lautan dengan siaran video langsung jarak jauh (telepresence). Holden dan para ilmuwan lainnya di Exploration Command Centers di Jakarta dan Seattle terhubung dengan Okeanos Explorer secara langsung melalui satelit dan jalur internet berkecepatan tinggi, dan dapat terhubung dengan awak kapal untuk menuntun jalannya ekspedisi.

Para ilmuwan Indonesia dan AS yakin bahwa dengan menyelidiki lautan yang belum pernah tereksplorasi sebelumnya maka akan banyak fenomena baru yang diperoleh dan informasi yang didapat untuk menambah pemahaman kita tentang ekosistem dan pengasaman laut serta dampak perubahan iklim.

“Keprihatinan yang berkaitan dengan laut, termasuk keamanan pangan dan perlindungan ekosistem laut yang mendukung perikanan, berdampak pada banyak negara termasuk Indonesia – sebuah negara yang terdiri dari 17.000 kepulauan,” kata Sugiarta Wirasantosa, ilmuwan utama Indonesia untuk ekspedisi bersama dan ketua tim periset Indonesia pada Badan Riset Kelautan dan Perikanan. “Untuk memahami dan mengelola hal-hal seperti itu, kita harus lebih dulu melakukan eksplorasi. Itulah alasan mengapa ekspedisi ini begitu penting,” ujarnya dalam rilis yang diterima VIVAnews, 12 Juli 2010.

Petakan Dasar Laut Indonesia

Sejauh ini, Okeanos Explorer telah memetakan 2.400 mil persegi dasar laut di Indonesia, wilayah yang luasnya setara dengan luas Delaware. Pada pertengahan Juli, kapal riset dan perikanan milik Indonesia Baruna Jaya IV akan memetakan lebih banyak dasar laut dan menempatkan peralatan di kepulauan Kawio sebelum kedua kapal bertemu di Pelabuhan Bitung. Mereka akan dikerahkan kembali pada 21 Juli untuk terus mengeksplorasi lebih banyak lagi lautan yang belum terjamah dekat gugus kepulauan Sangihe dan Talaud. Ekspedisi tersebut akan rampung pada 14 Agustus.

“Ini sangat mirip seperti memecahkan teka-teki,” kata Holden. “Pertama-tama kami memetakan dasar laut, dan jika kami melihat sesuatu yang menarik, ilmuwan yang berada di darat dan staf yang berada di kapal menghentikan kapal untuk meletakkan lebih banyak alat sensor dan sistem di air,” katanya.

Investigasi pendahuluan ini mencakup penempatan robot bawah air yang dinamai ROV, atau remotely-operated vehicle, di mana seorang pilot yang berada di kapal mengendalikan ROV yang berada jauh di bawah laut. ROV tersebut merupakan sebuah sistem berbadan dua yang dapat menyelam hingga ke kedalaman 13.000 kaki, dan apabila lampu dan kamera video berdefinisi tinggi di kedua instrumen dinyalakan, akan dapat dilihat langsung oleh ilmuwan di darat.

Misi NOAA adalah untuk memahami dan memprediksi perubahan-perubahan di lingkungan di muka bumi, mulai dari dasar laut hingga permukaan matahari, serta melindungi dan mengelola sumber daya pesisir dan laut.

• VIVAnews

5 TAHUN EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA – BAKOSURTANAL

In Geografi Umum on Juli 14, 2010 at 1:38 pm

“Menumbuhkan Wawasan Kebangsaan Melalui Kepedulian,

Pelestarian Sumberdaya Alam dan Budaya Indonesia”

Indonesia  dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai keragaman sumberdaya alam dan budaya yang sangat melimpah didunia. Kekayaan sumberdaya alam dan budaya hingga saat ini masih sangat berperan penting dan faktor penentu perekonomian nasional. Disisi lain, fakta yang banyak ditemukan adalah masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal dan mengerti keragaman sumberdaya alam dan budaya nasional yang ada. Keterbatasan informasi serta pengetahuan mengenai sumberdaya alam dan budaya ini tentunya akan mempengaruhi pola pengelolaan sumberdaya alam dan budaya yang ada. Tuntutan akan pengelolaan sumberdaya alam yang lestari dan berkelanjutan harus selalu dikampanyekan kepada masyarakat luas dengan diawali dari mengenal dan mengerti sumberdaya alam dan budaya nasional yang ada.

Pengelolaan sumberdaya alam dan budaya memerlukan keterpaduan keilmuan, sektor dan antar wilayah. Keterpaduan ini menuntut adanya koordinasi yang terintegrasi baik bersifat horinzontal integration (antar sektor) dan vertikal (pemerintahan desa hingga pusat). Inventarisasi sumberdaya alam sebagai langkah awal dalam pengelolaan sumberdaya alam mensyaratkan adanya keterpaduan keilmuan (interdisciplinary), sebagaimana tertuang dalam strategi pembangunan nasional khususnya dalam pengelolaan sumberdaya alam nasional.

Inventarisasi sumberdaya alam dan budaya nasional dipandang sebagai hal yang strategis untuk mengawali membantu masyarakat dalam mengenal dan mengerti sumberdaya alam dan budaya nasional. Inventarisasi yang memperhatikan keterpaduan antar ilmu dan sektor ditambah cara penyajian hasil inventarisasi yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Kegiatan Ekspedisi Geografi Indonsia yang digagas BAKOSURTANAL sejak tahun 2005 hingga saat ini diharapkan menjadi kegiatan untuk membantu masyarakat luas dalam mengenal dan memahami semua potensi sumberdaya alam dan budaya nasional dalam kerangka konsep keruangan (spatial concept) sebagaimana menjadi tugas pokok dan fungsi BAKOSURTANAL.

Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) – BAKOSURTANAL

Adalah serangkaian perjalanan pengamatan fenomena geografi : abiotik, biotik, budaya serta lingkungan pada suatu trase  tertentu (misalnya dari pegunungan sampai daerah pantai) di suatu wilayah melalui metode integrated rapid survei.

EGI bertujuan menyediakan informasi fenomena geografi suatu wilayah baik yang bersifat potensi maupun permasalah terkini. Hasil-hasil EGI disajikan dalam bentuk publikasi dalam bahasa ilmiah populer sehingga mudah dipahami masyarakat luas.

Saripati Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) 2005 – 2010

a. EGI 2005, Gunung Halimun (Jawa Barat)

Kegiatan EGI I, dapat menarik benang fenomena geografi di kawasan G. Halimun sebagai kawasan penyimpan sumberdaya air dan energi berupa panas bumi serta keragaman hayati yang penting pada saat ini dan masa datang bagi wilayah daerah hilirnya. Kehadiran TN. Halimun dan masyarakat adat Kaspuhan di Ciptagelar selaras dengan nafas konservasi sebagai bentuk perhatian kepada lingkungan walau dengan perbedaan pendakatan yang berbeda yaitu berupa pendekatan hukum positif dan kearifan lokal.

b. EGI 2006 : Pangandaran – Pangalengan

Kegiatan EGI II, dapat mensintesakan kawasan Jawa Barat bagian selatan yang secara teoritis mempunyai fenomena geografi berupa rupabumi yang tidak mudah dikembangkan sebagaimana di wilayah Jawa Barat bagian utara justru menyimpan keragaman kekayaan alam yang luar biasa bagi berkembangnya wilayah. Pesona keindahan pantai pesisir selatan Jawa hingga atraksi alam pegunungan di komplek Tangkubanparahu serta Papandayan mampu “titik ungkit” berkembangnya wilayah di Jawa Barat bagian selatan.

c. EGI 2007 : Bali (Utara)

Kegiatan EGI III, menguraikan fenomena sumberdaya yang ada di Pulau Dewata khususnya di bagian utara yang luar biasa besarnya bagi penciptaan kesejahteraan wilayah. Nafas budaya dari lingkungan Puri Ageng Singaraja dapat menjadi spirit masyarakat Bali utara dalam mengembangkan pantai di sepanjang Kecamatan Kalibubuk (Lovina), Anggur, Salak Gula Pasir, Pesona Gunung Agung dan Batur, keragaman hayati yang terkandung di taman nasional dan pulau Menjangan dengan dukungan kerukunan kehidupan antar masyarakat yang tinggi dan jiwa seni yang ada; sebagai anugerah sang hyang widi wasa bagi kesejahteraan masyarakat Bali (khsusunya) utara.

d. EGI 2008 : Sulawesi Selatan, (dari Tana Toraja, Makassar hingga Kapoposang)

Sulawesi Selatan adalah provinsi terbesar dan berpengaruhi di kawasan timur Indonesia. Kebesaran dan dinamika provinsi ini tidak terlepas dari memadukan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada di kontinen dan di laut. Di kontinen,  keragaman suku bangsa yang ada Maros dikenal memiliki sumberdaya karst terbesar ketiga di dunia, keluhuran budaya Tator menjadi magnet wisata di bagian utara, sedangkan di bahari kekayaan melimpah dari laut dan Makassar sebagai bagian gugus spermonde menjadi bandar perdagangan yang besar tidak terlepas dari strategisnya posisi geografi dan jiwa kebaharian yang tumbuh di masyarakat Bugis; menjadi sesi penting untuk mengantarkan Sulawesi Selatan sebagai daerah cukup disegani dalam pertumbuhan perekonomiannya.

e. EGI 2009 : Gorontalo

Sebagai salah satu provinsi yang muda di negeri ini, Gorontalo sudah terlihat geliat dan dinamika dalam memajukan wilayahnya. Potensi sumberdaya dan budaya yang ada dikerahkan untuk membangun agropolitan yang tetap berbasiskan pada kelautan dan perkebunan sebagai basis kesejahteraan masyarakat. Jagung sebagai tanaman strategis dan perikanan laut yang dipelopori suku Bajo di perkampungan Torosiaje adalah dua ikon yang berkembang sangat pesat, disamping tetap melestarikan sumberdaya lokal khususnya hayati yang endemik seperti Maleo dan memberikan perhatian kepada suku Polahi sebagai suku terasing yang ada agar keseimbangan dan selarasan hidup terjalin.

e. EGI 2009 : Sumatera Utara

Karakter budaya yang sangat kuat menjunjung sportivitas dan kehormatan menjadi bagian tak terlepaskan dalam mengantarkan Sumatera Utara menjadi provinsi yang besar di wilayah Sumatera. Bahkan, Medan sebagai ibukota tumbuh menjadi kota terbesar ke-3 di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kekayaan alam seperti kesuburan alam yang mampu menumbuhkan perkebunan mulai kelapa sawit, karet, kopi, serta komoditas lainnya; disamping Danau Toba sebagai salah satu danau vulkanik terbesar di dunia serta ketulusan hutan Gunung Lauser yang selalu mensuplai air dan udara segar mengantarkan Sumut dikenal secara Internasional. Bahkan tidak hanya dalam kontek kekinian, Deli mengangkat Sumut ke kancah internasional melalui tembakau yang sangat terkenal. Kondisi ini semakin dilengkapi dengan kebersamaan dan kerukunan hidup di provinsi ini yang dikenal sangat multietnis mulai Batak, Melayu, Cina, India, Jawa dsb.

f. EGI 2010 : Jawa Timur

Ekspedisi Geografi Indonesia di Jawa Timur  baru saja selesai dilaksanakan di pada akhir bulan April yang lalu. Walaupun masih disusun hasil-hasil kegiatannya, setidaknya dapat digambarkan bahwa provinsi ini tumbuh menjadi besar juga dengan memadukan karakter budaya santri yang kuat dalam mengelola semua potensi sumberdaya yang ada. Surabaya sebagai bandar perdagangan yang ramai tumbuh menjadi metropolitan di bagian timur pulau Jawa bahkan sebagai kota ke-2 terbesar di Indonesia. Mega project Jembatan Suramadu, dibangun sebagai antisipasi kebutuan ruang apabila Surabaya Metropolitan Area harus berkembang ke arah Madura, sebagai konsekuensi pengembangan ruang yang realistis. Suburnya lahan pertanian merupakan salah satu berkah dari keberadaan banyaknya gunung api sebagai pemicu suburnya lahan disamping ketersediaan air dari Bengawan Solo dan Berantas yang sangat dikenal. Bahkan suburnya lahan ini, dipastikan telah menciptakan majunya peradaban masa lampau dengan kejayaan Majapahit atas kukuhnya perjuangan seorang Gadjah Mada dalam menyatukan nusantara.

g. EGI 2010 : Lombok – Sumbawa (NTB)

Ekepsedisi Geografi Indonesia di Lombok – Sumbawa (NTB) direncanakan dilaksanakan pada buan Juli 2010. NTB salah satu provinsi yang mempunyai keunikan budaya dan sumberdaya diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat luas.

Refleksi “ 5 Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI)”

Pada perjalanan 5 tahun pelaksanaan Ekspedisi Geografi Indonesia – BAKOSURTANAL, tentunya sudah banyak data dan infomasi yang telah dihasilkan dan tentunya juga kendala sehingga perlu umpan balik dari masyarakat juga. Bagi kami persatuan dan kesatuan bangsa menjadi segalanya sebagaimana diikrarkan Gadjah Mada, dalam konteks kekinian data dan informasi spasial menjadi intrumen untuk mewujudkan keinginan kami tersebut tentunya dengan kadar dan takaran yang  mampu kami berikan.

Untuk itulah sosialiasi dan refleksi dalam rangka 5 tahun pelaksanaan Ekspedisi Geografi Indonesia – BAKOSURTANAL, dalam bentuk ekspose, talkshow dan pameran. Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), sebagai lembaga tinggi negara yang kompeten dalam menentukan arah kebijakan politis di daerah, menggandeng dan mendorong BAKOSURTANAL untuk menyelenggarakan kegiatan ini secara bersama-sama.  Walaupun kegiatan ini sederhana, namun diharapkan mampu memberikan kemanfaatan yang besar dan luas bagi negeri ini.

Refleksi dalam rangka 5 tahun pelaksanaan Ekspedisi Geografi Indonesia – BAKOSURTANAL bertujuan :

  • Menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan Ekspedisi Geografi Indonesia – BAKOSURTANAL yang telah berjalan sejak 2005 khususnya dan semua produk kegiatan surta yang berbasis pada kewilayahan pada umumnya untuk mendukung pengelolaan sumberdaya alam dalam pembangunan nasional.
  • Menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembelajaran agar pelaksanaan Ekspedisi Geografi Indonesia – BAKOSURTANAL lebih sempurna dalam mengkontribusi konsumsi masyarakat luas akan informasi sumberdaya alam dan budaya nasional.

ATMOSFER

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 3:58 am

Standar Kompetensi : 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer
Kompetensi Dasar : 3.2. Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

A. Pengertian Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer terdiri atas berbagai macam gas. Gas-gas tersebut adalah Nitrogen (78%), Oksigen (21 %), Argon (0,9 %), Karbondioksida (0,03 %), dan uap air, Krypton, Xinon, Hidrogen, Kalium, dan Ozon sebesar (0,07%).

B. Ciri-ciri Lapisan Atmosfer
Berdasarkan perbedaan temperatur antar lapisan, atmosfer dapat dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.
1. Lapisan Troposfer
ciri-cirinya :
1) lapisan terbawah atmosfer
2) ketinggian rata-rata 0 – 12 km
3) peristiwa cuaca dan iklim terjadi disini
4) banyak debu, uap air, dan embun
2. Lapisan Stratosfer
Ciri-cirinya :
1) ketinggian rata-rata 12 – 50 km
2) terdapat inversi suhu, artinya suhu bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian tempat.
3) terkonsentrasi lapisan ozon
4) untuk menghindari gangguan cuaca, pesawat bermesin jet biasanya terbang pada lapisan ini.
3. Lapisan Mesosfer
1) ketinggian rata-rata 50 – 80 km
2) tiap kenaikan tinggi 100 m suhu udara turun berkurang 0,4 ◦C
3) lapisan pelindung bumi dari kejatuhan meteor
4. Lapisan Termosfer / Ionosfer
Ciri-cirinya :
1) ketinggian 80 – 500 km
2) molekul udara mengalami ionisasi
3) tempat pemantulan gelombang radio

5. Lapisan Eksosfer (Dissipasisfer)
1) ketinggian diatas 500 km
2) merupakan lapisan terluar dari atmosfer bumi
3) pengaruh gaya gravitasi mulai berkurang

C. Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada waktu dan tempat tertentu. Meteoreolosi adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca. Unsur-unsur cuaca meliputi curah hujan, suhu, tekanan, kelembaban, dan awan.
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama dan tetap. Klimatologi dalah ilmu yang mempelajari tentang iklim. Unsur–unsur yang dipelajari dalam iklim sama dengan unsur-unsur yang dipelajari cuaca.
Unsur-unsur cuaca dan iklim :
1. Suhu udara
Banyak sedkitnya sinar matahai yang sampai di permukaan bumi mnyebabkan perbedaan suhu udara di permukaan bumi.
Banyak sedkitnya sinar mtahari yang sampai dipermukaan bumi tergantung pada :
a. sudut datang sinar matahari
b. lamanya penyinaran matahari
c. tebal tipisnya matahari
d. ada tidaknya penghalang di permukan bumi
e. permukaan bumi yang disinari
2. Kelembaban udara
Kelembaban udara adalah jumlah air yang dikandung udara. Ada tiga macam kelembaban udara, yaitu kelembaban mutlak/absolut, kelembaban maksimum dan kelembaban nisbi/relatif.
Kelembaban absolut adalah jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara pada suhu tertentu. Kelembaban maksimum adalah jumlah uap air yang secara maksimum dapat dikandung oleh 1 meter kubik udara pada suhu yang sama. Kelembaban nisbi adalah perbandingan jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara pada suhu tertentu.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
Kelembaban Nisbi = Jumlah uap air dalam 1 m3 udara pada suhu t◦ x 100 %
Jumlah uap air maksimum dalam 1 m3 udara pada suhu t◦
Beberapa penyebab Indonesia mempunyai kelembaban tinggi :
a. berbentuk kepulauan sehingga dikelilingi laut
b. terletak di daerah tropis, sehingga penguapan kuat
3. Tekanan udara
Tekanan udara adalah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan-lapisan udara pada satuan luas tertentu. Pada peta biasanya ditemukan garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara yang sama. Garis ini disebut Isobar. Apabila terdapat dua garis isobar dengan tekanan yang berbeda, maka dapat dicari gradien barometernya. Gradien barometer adalah tekanan udara antara 2 isobar pada jarak lurus 111 km.

GB = gradien barometer
di = perbedaan tekanan 2 isobar
H = jarak lurus 2 isobar

4. Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.
a. Arah angin
Arah angin berperilaku:
1) bergerak dai tekanan maksimum menuju tekanan minimum
2) tegak lurus garis isobar
3) di belahan bumi utara berbelok kekanan dan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri

b. Kecepatan angin
Kecepatan angin ditentukan oleh:
1) besar kecilnya gradien barometrik
2) letak lintang
3) tinggi tempat
4) letak di bumi
5) waktu dibedakan siang dan malam
c. Macam-macam angin
1) Angin tetap
a) angin barat
b) angin timur
c) angin pasat
d) angin anti pasat
2) Angin periodik
a) angin muson angin muson barat
angin muson timur
b) angin darat dan angin laut
c) angin gunung dan angin lembah
d) angin lokal angin siklon dan anti siklon
angin fohn
angin bora
angin blizzard
5. Awan
Awan adalah titik air dalam udara
Awan dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. awan sirrus
b. awan kumulus
c. awan stratus

6. Curah hujan
Curah hujan adalah banyaknya air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Berdasarkan proses terjadinya, curah hujan dapat dibedakan menjadi :
a. Hujan Konveksi = Zenithal = Hujan Tropikal
b. Hujan Orografis
c. Hujan Frontal

C. Klasifikasi Iklim
Klasifikasi iklim adalah usaha manusia untuk membagi bumi ke dalam wilayah-wilayah iklim. Berikut ini beberapa klasifikasi iklim, antara lain:
1. Iklim Matahari
a. Dasar klasifikasinya adalah garis lintang
b. Pembagiannya :
1) iklim tropis (panas) : terletak antara garis lintang 23,5◦ LU – 23,5◦LS
2) iklim subtropis : terletak antara 23,5◦ – 35◦ LU/LS
3) iklim sedang : terletak antara 35◦ 66,5◦ LU/LS
4) iklim kutub (dingin) : terletak antara 66,5◦ – 90◦ LU/LS
2. Iklim Junghuhn
a. Dasar klasifikasinya adalah suhu, ketinggian, dan tanaman (vegetasi) yang tumbuh.
b. Daerahnya:
1) Panas : ketinggian 0 – 700 mdpl, suhunya 22◦C – 26,3◦ C
2) Sedang : ketinggian 700 – 1500 mdpl, suhu rata-ratanya 17,1◦ C
3) Sejuk : ketinggian 1500 – 2500 mdpl, suhu rata-ratanya 11,1◦C – 17,1◦ C
4) Dingin : ketinggian >2500 mdpl, suhu rata-ratanya kurang dari 11,1◦C
3. Iklim Koppen
a. Dasar klasifikasinya adalah kombinasi antara suhu dan curah hujan.
b. Pembagiannya:
a) Tipe A (iklim tropik), dengan ciri suhu minimal 18◦C, curah hujan dan penguapan tinggi, dibedakan atas:
Af : hujan merata sepanjang tahun dan tidak ada bulan kering
Am : hujan jatuh pada musim panas dengan musim kering yang pendek
Aw : hujan jatuh pada musim panas dengan musim kering yang agak panjang
As : hujan jatuh pada musim dingin
b) Tipe B (iklim kering/gurun)
Bs : iklim steppa (semi arid)
Bw : iklim gurun (arid)
c) Tipe C (iklim sedang hangat/laut)
Cs : hujan jatuh pada musim dingin
Cw : hujan jatuh pada musim panas
Cf : hujan merata sepanjang tahun
d) Tipe D (iklim sedang darat/dingin)
Dw : musim dingin kering
Ds : musim dingin lembab
e) Tipe E (iklim dingin)
Et : iklim tundra
Ef : iklim dengan es abadi

4. Iklim Schimdt dan Ferguson
a. Dasar klasifikasinya adalah banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan. Pembagian wilayah iklim dtentukan menurut besarnya Q, yaitu persentase perbandingan antara jumlah bulan kering dengan jumlah bulan basah. Nilai Q dapat dihitung dengan rumus :

Catatan :
- Bulan Basah : Jumlah curah hujan rata-rata dalam sebulan > 100 mm/bulan
- Bulan Kering : Jumlah curah hujan rata-rata dalam sebulan 1700 % = ekstrim kering
5. Iklim Oldeman
a. Dasar klasifikasinya adalah adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering yang berturut-turut, yang kesemuanya dihubungkan dengan kebutuhan padi sawah dan palawija terhadap air.
Catatan :
- Bulan Basah : curah hujan >200 mm/bulan
- Bulan Kering : curah hujan 9 kali berturut-turut
2) Zona B : bulan basah 7 – 9 kali berturut-turut
3) Zona C : bulan basah 5 – 6 kali berturut-turut
4) Zona D : bulan basah 3 – 4
5) Zona E : bulan basah < 3

D. Persebaran Hujan
Banyak sedikitnya curah hujan suatu wilayah di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :
1. Letak Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT)
2. Bentuk wilayah (morfologi)
3. Arah lereng
4. Arah angin
5. Posisi geografis
D. Jenis-jenis Vegetasi Alam Berdasarkan Iklim dan Bentang Alamnya
Daratan, udara, tanah, iklim, sangat berpengaruh terhadap pembentukan jenis-jenis mahluk hidup yang terdapat di suatu daerah habitat (bioma) yang berbeda. Jenis vegetasi alam berdasarkan iklim dan bentang alamnyua dibedakan menjadi :
1. Padang Rumput
2. Gurun
3. Tundra
4. Hutan basah
5. Hutan Gugur
6. Taiga

E. Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim (Climate Change) adalah perubahan unsur-unsur iklim yang mempunyai keenderungan naik atau turun secara nyata. Perubahan iklim global disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Hal ini terjadi sejak revolusi industri. Meningkatnya suhu udara karena perubahan iklim global sering disebut pemanasan global (Global Warming).
Fenomena akibat pemanasan global antara lain :
1. Melelehnya es di kutub atau pegunungan tinggi sehingga terjadi peningkatan volume air laut
2. Naiknya evaporasi (penguapan) yang disertai meningkatnya curah hujan di suatu tempat atau waktu dan menurunnya curah hujan di suatu tempat atau waktu lain.
Perubahan iklim ini menyebabkan dampak antara lain : meningkatnya banjir, erosi, dan tanah longsor, meningkatnya resiko kerusakan tanaman pertanian, meningkatnya kebakaran hutan, meningkatnya epidemi penyakit infeksi pada manusia dan menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air.
Elnino adalah fenomena panasnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik yang lebih rendah dari wilayah di sekitarnya mengakibatkan musim hujan di kawasan Indonesia dengan rata-rata intensitas curah hujan yang lebuh tinggi dari tahuntahun biasanya.
Lanina adalah penurunan suhu permukaan air laut (lebih dingin dari kondisi suhu normal). Dampaknya adalah baniir dan longsor.

LITOSFER DAN PEDOSFER

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 3:45 am

Standar Kompetensi    : 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer

Kompetensi Dasar      :3.1. Menganalisis dinamika kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi.

  1. A. Lapisan Kulit Bumi (Litosfer)

Bumi tersusun atas beberapa lapisan, yakni :

  1. Barisfer yaitu lapisan inti bumi, merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan NiFe (Nikel dan Ferum). Jari-jarinya ± 3.470 km dan batas luar ± 2.00 km di bawah permukaan bumi.
  2. Asthenosfer atau lapisan pengantara (mantel), yakni lapisan yang terdapat diatas lapisan NiFe setebal 1.700 km, merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.
  3. Litosfer, yakni lapisan kulit bumi yang terletak diatas lapisan pengantara, setebal 1.200 km, yang terdiri atas 2 bagian yaitu :
  1. Lapisan SIAL, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium. Lapisan SIAL disebut juga lapisan kerak yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan ± 35 km. Kerak ini dibagi 2 bagian yaitu :

1)      Kerak Benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan beku granit pada bagian atas dan batuan beku basalt pada bagian bawah.

2)      Kerak Samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, dibawahnya batuan vulkanik dan yang bawah tersusun dari batuan beku Gabro dan Peridotit, kerak ini menempati sebagai samudera.

  1. Lapisan SIMA, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan magnesium, merupakan bahan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.

B. Tenaga Geologi

Tenaga geologi adalah tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi, terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen.

  1. 1. Tenaga Endogen

Merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi, dan bersifat membangun (konstruktf).

  1. Vulkanisme

Adalah peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.

Vulkanisme dibedakan :

1)      Intrusi magma (plutonisme)

adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfer, memotong, menyisip, litosfer dan tidak mencapai permukaan bumi.

2)      Ekstrusi magma

Adalah kegiatan magma yang mencapai permukaan bumi (gunung meletus). Erupsi magma dapat dibedakan menjadi erupsi linear, erupsi sentral, erupsi areal. Berdasarkan tipe letusannya, gunung api dibedakan menjadi gunung api strato, gunung api maar, gunung api perisai.

  1. Tektonisme

Adalah perubahan letak lapisan permukaan bumi secara mendatar dan vertikal.

Gerak tektonik dibedakan :

1)      Gerak epirogenetik adalah pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas.

Ada 2 macam gerak epirogenetik yaitu :

a)      epirogenetik positif

b)      epirogenetik negatif

2)      Gerak Orogenetik adalah gerakan yang relatif cepat berlangsung dalam waktu yang singkat dan meliputi wilayah yang sempit, disebut juga gerakan pembentuk pegunungan. Gerak orogenetik meliputi : lipatan dan patahan

  1. Seisme (Gempa Bumi)

Adalah getaran kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam bumi.

Menurut sebab terjadinya, gempa dibedakan menjadi 3 yakni :

1)      gempa tektonik

2)      gempa vulkanik

3)      gempa runtuhan / terban

Menurut intensitasnya gempa dibedakan :

-          Macroseisme

-          Microseisme

Untuk mengetahui jarak episentrum gempa, dicari dengan Rumus Laska :

JE = (s-p) – 1’ x 1000 km

Keterangan:

JE        : Jarak Episentrum

s – p     : Selisih waktu yang ditempuh antara gelombang primer dengan gelombang sekunder.

  1. 1. Tenaga Eksogen

Merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak (destruktif).

Tenaga eksogen terdiri :

  1. Pelapukan

Adalah peristiwa pengrusakan / hancurnya batuan. Ada 3 macam pelapukan :

  1. Pelapukan fisis atau mekanis
  2. Pelapukan kimiawi
  3. Pelapukan organis
  1. Pengikisan

Adalah pengikisan kulit bumi karena air, es, atau angin. Dilihat dari penyebabnya ada 4 macam pengikisan yakni :

1)      Erosi (oleh air sungai)

2)      Abrasi (oleh air laut)

3)      Deflasi / Ablasi (oleh angin)

4)      Glasial (oleh es / gletser)

  1. Sedimentasi

Adalah proses pengendapan dari aktivitas tenaga eksogen

  1. Masswasting

Adalah pemindahan massa batuan atau tanah, antara lain karena tanah longsor, rayapan tanah, dan tanah mengalir.

C. Pedosfer (Lapisan Tanah)

Tanah adalah lapisan kulit bumi yang tipis paling atas di permukaan bumi yang  terbentuk dari hasil pelapukan berbagai jenis batuan.

Komponen utama pembentuk tanah :

1)      Bahan mineral, ± 45 % dari volume total tanah.

2)      Air, ± 25 %

3)      Udara, ± 25 %

4)      Bahan organik, ± 5 %

  1. Faktor-faktor pembentuk tanah, yaitu :
  2. Profil tanah
  1. Bahan induk
  2. Relief
  3. Iklim
  4. Organisme
  5. Waktu

Profil tanah dibedakan menjadi beberapa lapisan yang disebut horison. Horison tanah yang lengkap sebagai berikut :

  1. Horison O, merupakan lapisan permukaan dan terdapat banyak akar tanaman dan hewan tanah.
  2. Horison A, meruopakan lapisan dibawah horison O yang masih bayak humus.
  3. Horison C, merupakam tempat terjadinya pelapukan dan rempat batuan dihanurkan.
  4. Horison R, merupakan batuan tua atau batuan dasar.
  1. Jenis tanah di Indonesia.
  1. Tanah organik (tanah gambut)
  2. Tanah muda (litosol, aluvial, regosol)
  3. Tanah merah (latosol, pdzolit merah-kuning, mediteran meah-kuning, tanah laterit)
  4. Andosol
  5. Grumosol

D. Erosi Tanah

Erosi tanah adalah peristiwa pindahnya atau terangkatnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami.

Bentuk-bentuk erosi adalah :

-          Erosi geologi dan Erosi dipercepat

Faktor-faktor yang mempegaruhi erosi, dapat diformulasikan dalam persamaan :

E = f (i, r, v, t, m)

Keterangan :    E = Erosi

f = fungsi

v =  vegetasi

i = iklim

r = relief

t = tanah

m = manusia

Pengendalian erosi dapat dibedakan melaui tiga metode, yakni :

  1. Metode vegetatif

-          Pembenaman sisa-sisa tumbuhan penutup tanah

-          Penanaman tumbuhan penguat teras

-          Penanaman tanaman dalam jalur (strip cropping)

-          Penanaman tanaman penutup tanah

  1. Metode mekanis

-          Pembuatan teras (terassering)

-          Saluran pembuangan air (SPA)

-          Dam penahan

  1. Metode kimia

Penggunaan bahan-bahan penyubur tanah.

ASAL USUL TERJADINYA BUMI

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 3:33 am

Standar Kompetensi    : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi

Kompetensi Dasar      : 2.1.  Mendeskripsikan tata surya dan jagad raya

2.2. Menjelaskan sejarah pembentukan bumi

A. Proses Terjadinya Bumi

Pembentukan bumi diperkirakan merupakan bagian dari proses yang sama dengan pembentukan matahari dan planet lain dalam tata surya, yaitu 4,6-4,7 miliar tahun yang lalu.  Bumi adalah salah satu planet matahari. Jarak bumi ke matahari yang terjauh (aphelion) adalah 152,5 juta km dan yang terdekat (perihelion) 147,5 juta km atau rata-rata 150 juta km (1 SA= 1 Satuan Astronomi). Secara umum sifat-sifat bumi sebagai benda langit meliputi: bentuk bulat, bukan sumber cahaya sejati, berotasi dari barat ke timur, berevolusi mengelilingi matahari yang bentuk lintasannya elips dengan eksentrisitas 1/60, lama revolusi 365 hari, lama rotasi 24 jam.

Beberapa teori tentang pembentukan bumi :

  1. Teori Kabut

Bahwa matahari dan planet-planetnya berasal dari kabut yang pijar dan berputar yang tyerdapat di jagad raya. Karena putarannya, beberapa bagian kabut tersebut terpisah dan tetap berputar mengeliling bagian utamanya. Karena prose pendinginan kabut-kabut tersebut membeku. Bagian utamanya menjadi matahari dan pecahannya menjadi planet dan satelit. Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon De Laplace.

  1. Teori Planetisimal

Teori ini pada hakekatnya sama dengan teori kabut. Hanya ditambah sedikit, yaitu bahwa di dalam kabut tersebut terdapat material padat padat yang disebut Planetisimal. Materi inilah yang karena gaya tarik menariknya mengumpul sehingga membentuk gumpalan padat yang besar, yang kemudian menjadi matahari, planet-planet dan satelit. Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton.

  1. Teori Proto Planet

Pada dasarnya teori ini sama dengan teori kabut. Perbedaannya hanyalah pada gumpalan kabut yang secara evolusimemadat itu dinamai Proto Planet. Teori ini dikemukakan oleh Von Weizsaecher dan GP Kuiper.

  1. Teori Pasang Surut

Bahwa pada masa lampau, lewatlah sebuah bintang raksasa ke dekat matahari, sehingga di matahari terjadi peristiwa pasang (karena gaya tarik bintang) seperti peristiwa pasang naik air laut di bumi saat ini. Bersamaan dengan menjauhnya bintang tersebut dari matahari, maka bagian yang pasang pada matahari makin memanjang dan pada gilirannya bagian ini terlepas dari matahari. Bagian yang terlepas ini terputus-putus menjadi tetesan raksasa di jagad raya, dan jadilah matahari dan planet-planetnya. Teori ini dikemukakan oleh Jean dan Jeffery.

B. Teori Lempeng Tektonik

Prinsip dasar teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk yang tidak beraturan. Lempeng-lempeng tersebut dinamakan lempeng litosfer. Lempeng litosfer terdiri atas dua lempeng yakni lempeng samudera dan lempeng benua. Kedua lempeng tersebut berada diatas lapisan astenosfer, yakni suatu lapisan yang cair. Beberapa ahli yang mengemukakan teori pergerakan lempeng antara lain :

  1. Alfred Lothar Wegener

Teorinya disebut Teori Apungan Benua (Continental Drift) dan Pergeseran benua-benua.

Titik tolak teori Wegener ini adalah :

    1. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan Selatan, dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis tersebut sebenarnya dahulu merupakan daratan yang berimpitan.
    2. Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan keepatan 36 meter/tahun, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 5 meter/tahun. Menurut Wegener benua-benua yang sekarang ini dulunya merupakan satu benua yang disebut Pangea
  1. Ed Suess

Menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Ameika Selatan, India, Australia dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut benua Gondwana.

Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena yaitu :

  1. Lempeng samudera menujam ke bawah lempeng benua.
  2. Terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu.
  3. Pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
  4. Terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi.
  5. Merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam.
  6. Penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng, dan
  7. Timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan bancuh atau melange (Bahasa Perancis)

HAKIKAT GEOGRAFI

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 2:15 am

Konsep Geografi
Pengertian Geografi
Orang yang pertama kali memunculkan istilah geografi adalah seorang ilmuwan Yunani Kuno yang bernama Erastosthenes (276-196 SM), dengan menggunakan istilah geographika. ‘Geo’ (earth) berarti ‘bumi’, ‘Graphika’ (graphien) berarti tulisan atau lukisan. Jadi secara harfiah geografi adalah ilmu yang menggambarkan atau melukiskan tentang bumi. Bumi yang dimaksud adalah bumi dan penghuninya. Oleh karena itu studi geografi berarti mempelajari gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan. Gejala-gejala tersebut, meliputi aspek fisik (alam) dan aspek sosial (kemanusiaan), dengan memperhatikan interaksi, interelasi, dan integrasi keruangannya.
Di Indonesia para pakar geografi telah sepakat memberikan batasan pengertian geografi sebagai ilmu yang mempelajari fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan.

2. Konsep Geografi
Di dalam ilmu geografi ada 10 konsep dasar yang perlu diketahui yaitu sebagai berikut :
a. Konsep Lokasi
Ada dua pengertian lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi yang berkenaan dengan posisi menurut koordinat garis bujur dan garis lintang. Misalnya, letak astronomis Indonesia berada pada posisi 6◦ LU – 11◦ LS dan 95◦ BT – 141◦ BT. Lokasi relatif adalah lokasi berdasarkan lingkungan atau daerah di sekitarnya. Misalnya letak Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia.
b. Konsep Jarak
Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik yang dinyatakan dalam satuan panjang seperti kilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).

c. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah atau tidaknya suatu lokasi untuk dijangkau.

d. Konsep Pola
Pola adalah tatanan geometris yang beraturan. Pola dapat berbentuk garis linear acak, dan tersebar. Misalnya, pola permukiman penduduk sepanjang jalan raya atau sungai berbentuk linear.

e. Konsep Morfologi
Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk permukaan bumi. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses perkembangan dan bentuk permukaan bumi.

f. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah keenderungan mengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan permukiman daerah kumuh (slum), permukikman daerah elit, dan pengelompokan pusat perdagangan.

g. Konsep Perbedaan Wilayah (Diferensial Areal)
Satu wilayah dengan wilayah lainnya tentu ada perbedaan, baik fisik mauun sosial. Adanya perbedaan keruangan ini akan menyebabkan terjadinya hubunagn interaksi antarwilayah. Misalnya, perbedaan antara kondisi di pedesaan denmgan di perkotaan.

h. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan suatu sumber bersifat relatif. Misalnya, wilayah pantai landai yang bersih dan jernih airnya, berpasir putih, belum tentu berarti bagi penduduk setempat yang berorientasi pada pemanfaatan sumber di daratan yang sederhana. Sebaliknya, bagi orang kota yang setiap hari sibuk, hidup berkecukupan, tinggal di kota yang sehari-hari selalu ramai, pantai seperti itu mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi.

i. Konsep Interaksi
Interaksi adalah terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara satu gejala dengan gejala lainnya. Misalnya, perbedaan kondisi antara daerah perdesaan dan darah perkotan, seperti terjadinya arus urbanisasi, barang, dan informasi.

j. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan merupakan keterkaitan antara kemiringa lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapian tanah dan hubungan antara daerah berbatuan kapur dengan kesulta air.

B. Pendekatan Geografi
Ilmu geografi memiliki dua jenis objek kajian, yaitu objek material, dan objek formal.
1. Objek material atau isi kajian geografi adalah geosfer. Geosfer diartikan sebagai lapisan bumi yang terdiri atas atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer.
2. Objek formal geografi adalah cara pandang dan cara berpikir terhadap gejala yang ada di permukaan bumi, baik memandang keadaan fisiknya maupun sosialnya. Geografi menggunakan analisis keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), dan kewilayahan (region).
Dari cara pandang objek formal, geografi menjawab berbagai pertanyaan yang sering diontarkan dalam rangka menghadapi suatu gejala, masalah, peristiwa yang terjadi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi 5W1H. yaitu:
1. What (apa)
2. Where (dimana)
3. Why (mengapa)
4. When (kapan)
5. Who (siapa)
6. How (bagaimana)

C. Prinsip-Prinsip Geografi
Prinsip-prinsip geografi meliputi :
1. Prinsip Sebaran atau Distribusi
2. Prinsip Interelasi
3. Prinsip Deskripsi
4. Prinsip Korologi

D. Aspek Geografi
Bagian ini membahas tentang ruang lingkup geografi dan ilmu penunjang geografi.
1. Ruang lingkup geografi. terdiri dari aspek fisik (alam) dan aspek sosial (manusia)yang keduanya saling bekaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
2. Ilmu penunjang geografi
Cakupan ilmu geografi cukup luas sehingga memerlukan ilmu penunjang untuk memperljelas ruang lingkup geografi diantaranya sebagai berikut :
a. Geologi
b. Geomorfologi
c. Meteorologi
d. Klimatologi
e. Hidrologi
f. Pedologi
g. Oseanografi
h. Biogeografi
i. Ekologi
j. Geografi Ekonomi
k. Geografi Politik
l. Geografi Penduduk
m. Geografi Regional

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.