Geografi SMA Negeri 14 Jakarta

ATMOSFER

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 3:58 am

Standar Kompetensi : 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer
Kompetensi Dasar : 3.2. Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

A. Pengertian Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer terdiri atas berbagai macam gas. Gas-gas tersebut adalah Nitrogen (78%), Oksigen (21 %), Argon (0,9 %), Karbondioksida (0,03 %), dan uap air, Krypton, Xinon, Hidrogen, Kalium, dan Ozon sebesar (0,07%).

B. Ciri-ciri Lapisan Atmosfer
Berdasarkan perbedaan temperatur antar lapisan, atmosfer dapat dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.
1. Lapisan Troposfer
ciri-cirinya :
1) lapisan terbawah atmosfer
2) ketinggian rata-rata 0 – 12 km
3) peristiwa cuaca dan iklim terjadi disini
4) banyak debu, uap air, dan embun
2. Lapisan Stratosfer
Ciri-cirinya :
1) ketinggian rata-rata 12 – 50 km
2) terdapat inversi suhu, artinya suhu bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian tempat.
3) terkonsentrasi lapisan ozon
4) untuk menghindari gangguan cuaca, pesawat bermesin jet biasanya terbang pada lapisan ini.
3. Lapisan Mesosfer
1) ketinggian rata-rata 50 – 80 km
2) tiap kenaikan tinggi 100 m suhu udara turun berkurang 0,4 ◦C
3) lapisan pelindung bumi dari kejatuhan meteor
4. Lapisan Termosfer / Ionosfer
Ciri-cirinya :
1) ketinggian 80 – 500 km
2) molekul udara mengalami ionisasi
3) tempat pemantulan gelombang radio

5. Lapisan Eksosfer (Dissipasisfer)
1) ketinggian diatas 500 km
2) merupakan lapisan terluar dari atmosfer bumi
3) pengaruh gaya gravitasi mulai berkurang

C. Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada waktu dan tempat tertentu. Meteoreolosi adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca. Unsur-unsur cuaca meliputi curah hujan, suhu, tekanan, kelembaban, dan awan.
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama dan tetap. Klimatologi dalah ilmu yang mempelajari tentang iklim. Unsur–unsur yang dipelajari dalam iklim sama dengan unsur-unsur yang dipelajari cuaca.
Unsur-unsur cuaca dan iklim :
1. Suhu udara
Banyak sedkitnya sinar matahai yang sampai di permukaan bumi mnyebabkan perbedaan suhu udara di permukaan bumi.
Banyak sedkitnya sinar mtahari yang sampai dipermukaan bumi tergantung pada :
a. sudut datang sinar matahari
b. lamanya penyinaran matahari
c. tebal tipisnya matahari
d. ada tidaknya penghalang di permukan bumi
e. permukaan bumi yang disinari
2. Kelembaban udara
Kelembaban udara adalah jumlah air yang dikandung udara. Ada tiga macam kelembaban udara, yaitu kelembaban mutlak/absolut, kelembaban maksimum dan kelembaban nisbi/relatif.
Kelembaban absolut adalah jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara pada suhu tertentu. Kelembaban maksimum adalah jumlah uap air yang secara maksimum dapat dikandung oleh 1 meter kubik udara pada suhu yang sama. Kelembaban nisbi adalah perbandingan jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara pada suhu tertentu.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
Kelembaban Nisbi = Jumlah uap air dalam 1 m3 udara pada suhu t◦ x 100 %
Jumlah uap air maksimum dalam 1 m3 udara pada suhu t◦
Beberapa penyebab Indonesia mempunyai kelembaban tinggi :
a. berbentuk kepulauan sehingga dikelilingi laut
b. terletak di daerah tropis, sehingga penguapan kuat
3. Tekanan udara
Tekanan udara adalah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan-lapisan udara pada satuan luas tertentu. Pada peta biasanya ditemukan garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara yang sama. Garis ini disebut Isobar. Apabila terdapat dua garis isobar dengan tekanan yang berbeda, maka dapat dicari gradien barometernya. Gradien barometer adalah tekanan udara antara 2 isobar pada jarak lurus 111 km.

GB = gradien barometer
di = perbedaan tekanan 2 isobar
H = jarak lurus 2 isobar

4. Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.
a. Arah angin
Arah angin berperilaku:
1) bergerak dai tekanan maksimum menuju tekanan minimum
2) tegak lurus garis isobar
3) di belahan bumi utara berbelok kekanan dan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri

b. Kecepatan angin
Kecepatan angin ditentukan oleh:
1) besar kecilnya gradien barometrik
2) letak lintang
3) tinggi tempat
4) letak di bumi
5) waktu dibedakan siang dan malam
c. Macam-macam angin
1) Angin tetap
a) angin barat
b) angin timur
c) angin pasat
d) angin anti pasat
2) Angin periodik
a) angin muson angin muson barat
angin muson timur
b) angin darat dan angin laut
c) angin gunung dan angin lembah
d) angin lokal angin siklon dan anti siklon
angin fohn
angin bora
angin blizzard
5. Awan
Awan adalah titik air dalam udara
Awan dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. awan sirrus
b. awan kumulus
c. awan stratus

6. Curah hujan
Curah hujan adalah banyaknya air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Berdasarkan proses terjadinya, curah hujan dapat dibedakan menjadi :
a. Hujan Konveksi = Zenithal = Hujan Tropikal
b. Hujan Orografis
c. Hujan Frontal

C. Klasifikasi Iklim
Klasifikasi iklim adalah usaha manusia untuk membagi bumi ke dalam wilayah-wilayah iklim. Berikut ini beberapa klasifikasi iklim, antara lain:
1. Iklim Matahari
a. Dasar klasifikasinya adalah garis lintang
b. Pembagiannya :
1) iklim tropis (panas) : terletak antara garis lintang 23,5◦ LU – 23,5◦LS
2) iklim subtropis : terletak antara 23,5◦ – 35◦ LU/LS
3) iklim sedang : terletak antara 35◦ 66,5◦ LU/LS
4) iklim kutub (dingin) : terletak antara 66,5◦ – 90◦ LU/LS
2. Iklim Junghuhn
a. Dasar klasifikasinya adalah suhu, ketinggian, dan tanaman (vegetasi) yang tumbuh.
b. Daerahnya:
1) Panas : ketinggian 0 – 700 mdpl, suhunya 22◦C – 26,3◦ C
2) Sedang : ketinggian 700 – 1500 mdpl, suhu rata-ratanya 17,1◦ C
3) Sejuk : ketinggian 1500 – 2500 mdpl, suhu rata-ratanya 11,1◦C – 17,1◦ C
4) Dingin : ketinggian >2500 mdpl, suhu rata-ratanya kurang dari 11,1◦C
3. Iklim Koppen
a. Dasar klasifikasinya adalah kombinasi antara suhu dan curah hujan.
b. Pembagiannya:
a) Tipe A (iklim tropik), dengan ciri suhu minimal 18◦C, curah hujan dan penguapan tinggi, dibedakan atas:
Af : hujan merata sepanjang tahun dan tidak ada bulan kering
Am : hujan jatuh pada musim panas dengan musim kering yang pendek
Aw : hujan jatuh pada musim panas dengan musim kering yang agak panjang
As : hujan jatuh pada musim dingin
b) Tipe B (iklim kering/gurun)
Bs : iklim steppa (semi arid)
Bw : iklim gurun (arid)
c) Tipe C (iklim sedang hangat/laut)
Cs : hujan jatuh pada musim dingin
Cw : hujan jatuh pada musim panas
Cf : hujan merata sepanjang tahun
d) Tipe D (iklim sedang darat/dingin)
Dw : musim dingin kering
Ds : musim dingin lembab
e) Tipe E (iklim dingin)
Et : iklim tundra
Ef : iklim dengan es abadi

4. Iklim Schimdt dan Ferguson
a. Dasar klasifikasinya adalah banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan. Pembagian wilayah iklim dtentukan menurut besarnya Q, yaitu persentase perbandingan antara jumlah bulan kering dengan jumlah bulan basah. Nilai Q dapat dihitung dengan rumus :

Catatan :
– Bulan Basah : Jumlah curah hujan rata-rata dalam sebulan > 100 mm/bulan
– Bulan Kering : Jumlah curah hujan rata-rata dalam sebulan 1700 % = ekstrim kering
5. Iklim Oldeman
a. Dasar klasifikasinya adalah adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering yang berturut-turut, yang kesemuanya dihubungkan dengan kebutuhan padi sawah dan palawija terhadap air.
Catatan :
– Bulan Basah : curah hujan >200 mm/bulan
– Bulan Kering : curah hujan 9 kali berturut-turut
2) Zona B : bulan basah 7 – 9 kali berturut-turut
3) Zona C : bulan basah 5 – 6 kali berturut-turut
4) Zona D : bulan basah 3 – 4
5) Zona E : bulan basah < 3

D. Persebaran Hujan
Banyak sedikitnya curah hujan suatu wilayah di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :
1. Letak Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT)
2. Bentuk wilayah (morfologi)
3. Arah lereng
4. Arah angin
5. Posisi geografis
D. Jenis-jenis Vegetasi Alam Berdasarkan Iklim dan Bentang Alamnya
Daratan, udara, tanah, iklim, sangat berpengaruh terhadap pembentukan jenis-jenis mahluk hidup yang terdapat di suatu daerah habitat (bioma) yang berbeda. Jenis vegetasi alam berdasarkan iklim dan bentang alamnyua dibedakan menjadi :
1. Padang Rumput
2. Gurun
3. Tundra
4. Hutan basah
5. Hutan Gugur
6. Taiga

E. Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim (Climate Change) adalah perubahan unsur-unsur iklim yang mempunyai keenderungan naik atau turun secara nyata. Perubahan iklim global disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Hal ini terjadi sejak revolusi industri. Meningkatnya suhu udara karena perubahan iklim global sering disebut pemanasan global (Global Warming).
Fenomena akibat pemanasan global antara lain :
1. Melelehnya es di kutub atau pegunungan tinggi sehingga terjadi peningkatan volume air laut
2. Naiknya evaporasi (penguapan) yang disertai meningkatnya curah hujan di suatu tempat atau waktu dan menurunnya curah hujan di suatu tempat atau waktu lain.
Perubahan iklim ini menyebabkan dampak antara lain : meningkatnya banjir, erosi, dan tanah longsor, meningkatnya resiko kerusakan tanaman pertanian, meningkatnya kebakaran hutan, meningkatnya epidemi penyakit infeksi pada manusia dan menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air.
Elnino adalah fenomena panasnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik yang lebih rendah dari wilayah di sekitarnya mengakibatkan musim hujan di kawasan Indonesia dengan rata-rata intensitas curah hujan yang lebuh tinggi dari tahuntahun biasanya.
Lanina adalah penurunan suhu permukaan air laut (lebih dingin dari kondisi suhu normal). Dampaknya adalah baniir dan longsor.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: