Geografi SMA Negeri 14 Jakarta

ASAL USUL TERJADINYA BUMI

In Materi ajar on Juli 14, 2010 at 3:33 am

Standar Kompetensi    : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi

Kompetensi Dasar      : 2.1.  Mendeskripsikan tata surya dan jagad raya

2.2. Menjelaskan sejarah pembentukan bumi

A. Proses Terjadinya Bumi

Pembentukan bumi diperkirakan merupakan bagian dari proses yang sama dengan pembentukan matahari dan planet lain dalam tata surya, yaitu 4,6-4,7 miliar tahun yang lalu.  Bumi adalah salah satu planet matahari. Jarak bumi ke matahari yang terjauh (aphelion) adalah 152,5 juta km dan yang terdekat (perihelion) 147,5 juta km atau rata-rata 150 juta km (1 SA= 1 Satuan Astronomi). Secara umum sifat-sifat bumi sebagai benda langit meliputi: bentuk bulat, bukan sumber cahaya sejati, berotasi dari barat ke timur, berevolusi mengelilingi matahari yang bentuk lintasannya elips dengan eksentrisitas 1/60, lama revolusi 365 hari, lama rotasi 24 jam.

Beberapa teori tentang pembentukan bumi :

  1. Teori Kabut

Bahwa matahari dan planet-planetnya berasal dari kabut yang pijar dan berputar yang tyerdapat di jagad raya. Karena putarannya, beberapa bagian kabut tersebut terpisah dan tetap berputar mengeliling bagian utamanya. Karena prose pendinginan kabut-kabut tersebut membeku. Bagian utamanya menjadi matahari dan pecahannya menjadi planet dan satelit. Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon De Laplace.

  1. Teori Planetisimal

Teori ini pada hakekatnya sama dengan teori kabut. Hanya ditambah sedikit, yaitu bahwa di dalam kabut tersebut terdapat material padat padat yang disebut Planetisimal. Materi inilah yang karena gaya tarik menariknya mengumpul sehingga membentuk gumpalan padat yang besar, yang kemudian menjadi matahari, planet-planet dan satelit. Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton.

  1. Teori Proto Planet

Pada dasarnya teori ini sama dengan teori kabut. Perbedaannya hanyalah pada gumpalan kabut yang secara evolusimemadat itu dinamai Proto Planet. Teori ini dikemukakan oleh Von Weizsaecher dan GP Kuiper.

  1. Teori Pasang Surut

Bahwa pada masa lampau, lewatlah sebuah bintang raksasa ke dekat matahari, sehingga di matahari terjadi peristiwa pasang (karena gaya tarik bintang) seperti peristiwa pasang naik air laut di bumi saat ini. Bersamaan dengan menjauhnya bintang tersebut dari matahari, maka bagian yang pasang pada matahari makin memanjang dan pada gilirannya bagian ini terlepas dari matahari. Bagian yang terlepas ini terputus-putus menjadi tetesan raksasa di jagad raya, dan jadilah matahari dan planet-planetnya. Teori ini dikemukakan oleh Jean dan Jeffery.

B. Teori Lempeng Tektonik

Prinsip dasar teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk yang tidak beraturan. Lempeng-lempeng tersebut dinamakan lempeng litosfer. Lempeng litosfer terdiri atas dua lempeng yakni lempeng samudera dan lempeng benua. Kedua lempeng tersebut berada diatas lapisan astenosfer, yakni suatu lapisan yang cair. Beberapa ahli yang mengemukakan teori pergerakan lempeng antara lain :

  1. Alfred Lothar Wegener

Teorinya disebut Teori Apungan Benua (Continental Drift) dan Pergeseran benua-benua.

Titik tolak teori Wegener ini adalah :

    1. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan Selatan, dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis tersebut sebenarnya dahulu merupakan daratan yang berimpitan.
    2. Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan keepatan 36 meter/tahun, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 5 meter/tahun. Menurut Wegener benua-benua yang sekarang ini dulunya merupakan satu benua yang disebut Pangea
  1. Ed Suess

Menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Ameika Selatan, India, Australia dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut benua Gondwana.

Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena yaitu :

  1. Lempeng samudera menujam ke bawah lempeng benua.
  2. Terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu.
  3. Pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
  4. Terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi.
  5. Merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam.
  6. Penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng, dan
  7. Timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan bancuh atau melange (Bahasa Perancis)
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: